JAKARTA, AKSIANA.COM – Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan kulit mendorong pertumbuhan industri skincare di Indonesia. Di tengah persaingan yang semakin ketat, faktor kepercayaan konsumen menjadi penentu utama keberlangsungan sebuah brand. Salah satu brand lokal yang mulai mendapat perhatian adalah Amifaskinglow by Dr. Huda, produk perawatan kulit yang tumbuh dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Brand ini dimiliki oleh Zafirah Faried Basyarahil, yang sejak awal menempatkan edukasi dan keamanan sebagai fondasi utama pengembangan produk. Menurutnya, perawatan kulit tidak seharusnya sekadar mengikuti tren, melainkan didasarkan pada pemahaman yang tepat mengenai kebutuhan setiap jenis kulit.
Zafirah menilai masih banyak masyarakat, khususnya perempuan, yang mengalami permasalahan kulit akibat penggunaan produk yang tidak sesuai dan kurangnya edukasi sebelum memilih skincare.
“Banyak orang ingin hasil cepat, padahal kulit setiap orang berbeda. Kalau salah pilih produk, dampaknya bisa jangka panjang,” ujar Zafirah.
Berangkat dari realitas tersebut, Amifaskinglow dikembangkan dengan menggandeng Dr. Huda sebagai mitra dalam perumusan produk. Setiap formulasi disusun dengan pendekatan ilmiah, mengikuti standar yang berlaku, serta disesuaikan dengan karakteristik kulit masyarakat Indonesia.
Edukasi konsumen menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan brand ini. Zafirah menegaskan bahwa pemahaman sebelum penggunaan produk adalah kunci utama perawatan kulit yang aman.
“Skincare itu bukan soal mahal atau viral, tapi soal cocok dan aman. Kami ingin konsumen paham dulu sebelum memakai produk,” tambahnya.
Berbasis di Jalan Garuda Lempeh, samping Rukun Jaya 2, Sumbawa Besar, Amifaskinglow by Dr. Huda membuktikan bahwa brand dari daerah mampu menjangkau pasar nasional melalui pemanfaatan platform digital.
Melalui situs resmi amifaskinglow.com dan berbagai kanal media digital, Amifaskinglow secara aktif membagikan informasi edukatif seputar perawatan kulit, mulai dari pentingnya menjaga skin barrier hingga kesalahan umum dalam penggunaan skincare sehari-hari.
Pendekatan tersebut mendapat respon positif dari konsumen di berbagai wilayah. Sejumlah testimoni menunjukkan bahwa transparansi informasi dan komunikasi yang terbuka menjadi nilai tambah di tengah ketatnya persaingan industri kecantikan.
Zafirah menyebut masukan konsumen sebagai elemen penting dalam proses pengembangan brand.
“Kami sangat terbuka dengan feedback. Dari situ kami belajar dan memperbaiki produk agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna,” katanya.
Ke depan, Amifaskinglow by Dr. Huda menargetkan penguatan edukasi publik dan pengembangan produk yang berkelanjutan. Zafirah optimistis, brand lokal dari daerah memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat nasional selama mampu menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen.
“Selama kita konsisten menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen, saya yakin brand lokal punya tempat di hati masyarakat,” tutupnya.
Dengan visi yang jelas, pendekatan edukatif, serta komitmen terhadap keamanan produk, Amifaskinglow by Dr. Huda menjadi contoh bahwa brand skincare lokal dari daerah mampu tumbuh dan dipercaya secara luas.***












