banner 728x250

Libur Sekolah MBG Tetap Ada, BGN: Anak Tak Perlu Datang ke Sekolah

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam pengarahannya di acara Koordinasi dan Evaluasi Program MBG di Hotel Aston Cilacap, Jumat (5/12/2025).(Dok. Humas BGN)
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam pengarahannya di acara Koordinasi dan Evaluasi Program MBG di Hotel Aston Cilacap, Jumat (5/12/2025).(Dok. Humas BGN)
banner 468x60

JAKARTA, AKSIANA.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi anak-anak untuk datang ke sekolah guna mengambil program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur semester.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan kebijakan tersebut disesuaikan dengan kondisi peserta didik yang sedang menikmati masa liburan sekolah.

Menurut Nanik, melalui Sistem Pangan Peserta Program Gizi (SPPG), BGN memberikan keleluasaan kepada sekolah dan wali murid dalam mekanisme pengambilan MBG.

“Anak-anak tidak dipaksa datang ke sekolah. Makanan MBG bisa diambil oleh orang tua atau anggota keluarga lainnya,” ujar Nanik dalam keterangan pers, Selasa (23/12/2025).

Ia menjelaskan, sekolah yang bersedia tetap menerima penyaluran MBG selama libur semester dapat mengajukan permohonan. Nantinya, SPPG akan menyalurkan MBG sesuai kebutuhan dalam bentuk makanan kering.Namun, apabila sekolah maupun wali murid memilih untuk tidak menerima MBG selama masa liburan, hal tersebut tidak menjadi persoalan.

“Tidak ada unsur paksaan. Jika sekolah dan wali murid tidak berkenan, itu juga tidak masalah. Jangan sampai informasi ini dipelintir,” tegasnya.

Nanik juga membantah anggapan bahwa penyaluran MBG saat libur sekolah merupakan bentuk pemborosan anggaran negara. Ia menilai justru terjadi efisiensi dalam pelaksanaan program tersebut sepanjang 2025.

Dengan anggaran MBG sebesar Rp71 triliun yang awalnya ditargetkan untuk menjangkau enam juta penerima manfaat dari kalangan pelajar dan kelompok 3B, BGN mengklaim mampu memperluas manfaat hingga 50 juta anak Indonesia dan kelompok sasaran lainnya.Efisiensi anggaran tersebut, lanjut Nanik, didorong oleh keterlibatan berbagai yayasan dan mitra yang membangun dapur MBG secara mandiri atau Dapur Mandiri.

“BGN hanya menanggung biaya program MBG sebesar Rp15.000 per porsi, termasuk pembiayaan tenaga kerja seperti petugas SPPG, ahli gizi, dan akuntan yang jumlahnya hampir 100 ribu orang dan tersebar di seluruh Indonesia,” jelasnya.

BGN menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *