Bandung Barat, aksiana.com – Tim mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung turun langsung memberikan layanan trauma healing atau dukungan psikososial bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu (30/1/2026).
Mahasiswa yang terlibat berasal dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Psikologi, dan Tasawuf Psikoterapi (TP). Mereka melakukan pendampingan di area pengungsian sebagai bentuk kepedulian sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UIN SGD Bandung, Dr. H. Aep Kusnawan, M.Ag., menegaskan bahwa keterlibatan sivitas akademika di lokasi bencana merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam merespons situasi kemanusiaan.
“Trauma healing ini berfokus pada pemulihan psikologis dan spiritual penyintas, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. UIN SGD berkomitmen hadir secara empatik dan berkelanjutan untuk meringankan beban masyarakat terdampak,” ujarnya.
Kegiatan ini juga didampingi oleh sejumlah pimpinan kampus, di antaranya Prof. Dr. H. Deni Miharja (Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan), Dr. H. Cucu Setiawan, M.Ag. (Ketua Jurusan Tasawuf Psikoterapi), serta Nisa Hermawati, M.Psi. (Ketua Prodi Psikologi). Kehadiran mereka memperkuat integrasi antara pengabdian, penelitian, dan pendekatan psikologi-spiritual dalam penanganan pascabencana.
Meski lokasi pengungsian cukup padat karena banyaknya lembaga yang memberikan layanan serupa, kegiatan pendampingan tetap berlangsung tertib sesuai koordinasi lapangan.
Koordinator lapangan, H. Dede Lukman, M.Ag., menyampaikan bahwa tim mahasiswa selalu siaga di tenda pengungsian dan memberikan pendampingan intensif sesuai kebutuhan penyintas. Ia menambahkan bahwa sebagian tim tidak dapat menginap di lokasi akibat keterbatasan tenda dan faktor teknis lainnya.
“Keterbatasan fasilitas tidak mengurangi komitmen kami untuk menjalankan tugas kemanusiaan secara optimal,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menegaskan komitmennya untuk terlibat aktif dalam pemulihan pascabencana menggunakan pendekatan humanis, ilmiah, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.***












