banner 728x250

Simpang Mountoya Banjir, Brimob Yon C Pelopor Kerahkan 30 Personel Atur Lalin

Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat menerjunkan satu peleton atau sekitar 30 personel guna membantu pengaturan lalu lintas di lokasi terendam banjir. (Dok: wan)
Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat menerjunkan satu peleton atau sekitar 30 personel guna membantu pengaturan lalu lintas di lokasi terendam banjir. (Dok: wan)
banner 468x60

CIREBON, AKSIANA.COM – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Cirebon sejak Selasa (23/12/2025) sore menyebabkan Simpang Empat Mountoya, Kecamatan Talun, terendam banjir dan memicu kemacetan panjang hingga malam hari.

Genangan air bercampur lumpur menutup hampir seluruh badan jalan, membuat arus lalu lintas dari empat arah tersendat bahkan sempat lumpuh total. Kondisi tersebut memaksa aparat kepolisian dan Brimob turun tangan untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat menerjunkan satu peleton atau sekitar 30 personel guna membantu pengaturan lalu lintas di lokasi.

Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Kompol Apt Bagus Amrullah Nurul Immawan, mengatakan pengerahan personel dilakukan setelah pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat serta viralnya kondisi Simpang Empat Mountoya di media sosial.

“Satu peleton, 30 personel kami terjunkan untuk membantu mengatur lalu lintas. Di depan Mountoya terjadi genangan air yang menyebabkan pelambatan, bahkan banyak sepeda motor mogok,” ujar Bagus saat ditemui di lokasi, Selasa malam.

Menurut Bagus, dampak banjir membuat antrean kendaraan mengular hingga hampir satu kilometer dari berbagai arah.

“Antreannya panjang, ekornya sampai hampir satu kilometer. Itu yang ramai di media sosial. Alhamdulillah setelah personel turun langsung, arus lalu lintas berangsur lancar kembali,” katanya.

Ia menjelaskan, banjir terjadi akibat curah hujan tinggi sejak sore hari hingga menjelang Magrib. Kondisi diperparah dengan adanya air kiriman dari wilayah Kuningan dan Pesawahan yang mengalir ke kawasan Mountoya.

“Hujan cukup deras sejak sore. Ditambah air kiriman dari arah Kuningan dan Pesawahan, akhirnya meluap ke jalan,” jelasnya.

Situasi semakin sulit dikendalikan karena lampu lalu lintas di simpang empat tersebut sempat padam. Akibatnya, kendaraan dari empat arah saling terkunci dan tidak dapat bergerak.

“Lampu lalu lintas mati, sehingga petugas harus turun langsung mengatur. Kebetulan markas kami hanya sekitar 200 meter dari lokasi, jadi langsung kami tangani,” ujar Bagus.

Pantauan wartawan di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB, personel Brimob bersama Satlantas Polresta Cirebon masih berjibaku mengatur arus kendaraan. Sejumlah kendaraan bahkan harus dialihkan untuk mencegah kepadatan semakin parah. Proses pengaturan lalu lintas berlangsung lebih dari satu jam hingga kondisi perlahan terkendali.

“Pengaturan hampir satu jam. Antrean tadi hampir satu kilometer, sekarang sudah bisa terurai meski dari arah kota masih pelan karena masih ada genangan,” katanya.

Meski banjir meluap ke badan jalan, Bagus memastikan tidak ada permukiman warga yang terdampak langsung.

“Perumahan relatif aman karena posisinya lebih tinggi. Ini murni luapan air ke jalan akibat curah hujan tinggi dan kapasitas sungai yang kecil,” ujarnya.

Bagus juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

“Cuaca saat ini tidak menentu. Kita masih terpengaruh siklon di Samudra Pasifik. Hujan cukup lebat dan merata dari Kuningan, Majalengka, hingga Cirebon. Masyarakat harus tetap waspada,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Cirebon sejak Selasa sore menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Salah satu titik terparah terjadi di Simpang Empat Mountoya sekitar pukul 17.23-17.24 WIB.

Berdasarkan video amatir warga yang viral di media sosial, air dari gorong-gorong meluap hingga menutupi seluruh badan jalan. Arus yang cukup deras memaksa pengendara sepeda motor turun dan menuntun kendaraannya, sementara kendaraan roda empat tersendat dan menimbulkan kemacetan panjang.

Tak hanya di Mountoya, banjir juga melanda Kecamatan Sumber. Hujan deras menyebabkan tembok gudang sebuah supermarket jebol, mengakibatkan kardus, sampah, dan kemasan produk hanyut ke badan jalan. Peristiwa tersebut terekam dalam sejumlah video warga dan viral di media sosial.

“Hujan deras sejak sore. Ada sungai yang meluap. Di depan Kantor Disdukcapil Kabupaten Cirebon banjir sampai menghanyutkan beberapa gerobak dagangan,” ujar seorang warga, Wisnu.

Hingga Selasa malam, sebagian genangan dilaporkan mulai surut. Namun banjir dilaporkan bergeser ke wilayah utara yang dikenal sebagai kawasan langganan banjir. Sejumlah titik masih tergenang, sementara warga tetap diliputi kekhawatiran akan potensi banjir susulan. ***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *