Kuningan, aksiana.com – Puluhan ikan dewa di Balong Cigugur, Kabupaten Kuningan, dilaporkan mati mendadak dalam tiga hari terakhir. Kejadian ini mengejutkan para petugas yang sehari-hari merawat kolam.
“Kami juga terkejut, ikan-ikan tiba-tiba sudah mengambang di permukaan balong,” ujar Rohman Sutadi, petugas kolam di Balong Cigugur, Sabtu (31/1). Ia menjelaskan, kematian ikan mulai terjadi pada Kamis (29/1) pagi dengan jumlah sekitar 14 ekor.
Keesokan harinya, Jumat (30/1), kematian kembali terjadi dengan jumlah sekitar 20 ekor. Kasus serupa berlanjut pada Sabtu (31/1), sehingga total ikan dewa yang mati mencapai 50 ekor. Ikan-ikan yang mati ditemukan memiliki luka berwarna merah, sisik yang mudah terlepas, serta insang yang tampak pucat. Diduga terdapat parasit yang menempel pada tubuh ikan-ikan tersebut.
Seluruh ikan dewa yang mati telah dipisahkan dan dikuburkan. Rohman menyebut, kejadian ini merupakan jumlah kematian terbanyak dalam 15 tahun terakhir. Ia menduga cuaca ekstrem menjadi salah satu pemicu.
“Tapi kita berharap tidak ada lagi ikan yang mati,” ucapnya.
Menurutnya, populasi ikan dewa di Balong Cigugur mencapai sekitar seribu ekor.
Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan pun telah melakukan pemeriksaan. Kabid Perikanan Diskanak Kuningan, Deni Rianto, mengonfirmasi adanya parasit pada tubuh ikan.
“Dari hasil identifikasi yang kami lakukan, kematian ikan disebabkan adanya parasit jenis cacing yang hidup di tubuh ikan,” jelasnya.
Parasit tersebut menyebabkan kerusakan pada insang dan tubuh ikan.
Selain parasit, kondisi air dan pemeliharaan turut memperburuk kesehatan ikan. Debit air yang masuk ke kolam kurang, sirkulasi air tidak optimal, serta asupan pakan yang terbatas membuat ikan menjadi kurus dan rentan terserang penyakit.
“Ini yang membuat daya tahan mereka turun. Terlebih saat ini tengah terjadi cuaca ekstrem. Kondisi ini menyebabkan kadar air cenderung mengalami perubahan,” ujar Deni.
Ia mengaku khawatir dengan tingginya angka kematian ikan dewa ini, mengingat spesies tersebut merupakan ikon Kuningan. Deni berharap dilakukan langkah perbaikan, termasuk menambah debit air, meningkatkan sirkulasi, serta memberikan pakan yang cukup.
“Mudah-mudahan hanya di sini saja. Ke depannya kita bersama-sama memperbaiki kondisi ini,” tuturnya.***












