banner 728x250

Jokowi “All Out” untuk PSI! Drama Politik yang Bikin Publik Melongo

Presiden RI ke-7, Ir. Joko Widodo. (dok. detikjabar)
Presiden RI ke-7, Ir. Joko Widodo. (dok. detikjabar)
banner 468x60

Jakarta, aksiana.com – Presiden Joko Widodo menegaskan kesiapannya bekerja keras dan mati-matian untuk PSI, sebuah sikap yang oleh peneliti Politika Research & Consulting, Nurul Fatta, dinilai justru menunjukkan kecemasan politik.

“Justru saya melihat teriakan Jokowi dalam pidatonya, yang akan mati-matian bekerja untuk PSI adalah teriakan orang yang sedang terancam, cemas, dan penuh kekhawatiran,” kata Fatta.

Fatta menilai kekhawatiran itu terkait posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai pendamping Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut bahwa pernyataan Jokowi yang berulang soal “Prabowo Gibran dua periode” merupakan bentuk harapan.

“Kalau dari aspek politiknya, saya meyakini Jokowi khawatir anak sulungnya tidak lagi dijadikan pendamping Presiden Prabowo. Tercatat sudah dua kali Jokowi menegaskan Prabowo Gibran dua periode, ungkapan itu adalah ungkapan harapan,” ujarnya.

Menurut Fatta, PSI dapat menjadi kendaraan politik jika Gibran tidak lagi diusung bersama Prabowo.

“Makanya melalui PSI dan membesarkan PSI, Jokowi gelagatnya ingin mengatakan bahwa biarpun Gibran tidak diusung lagi mendampingi Prabowo, dia tetap punya kendaraan politik maju sendiri sebagai capres melalui PSI,” lanjutnya.

Ia juga melihat pernyataan Jokowi sebagai sebuah sinyal tekanan.

“Gelagat Jokowi di sini sedang memberikan peringatan, sekaligus gertakan politik kepada siapa pun. Karena orang yang merasa cemas, terancam biasanya akan melakukan gertakan kepada lawan politiknya,” katanya.

Fatta menambahkan bahwa panggung PSI menjadi ajang “saut-sautan kelakar, antara anak dan bapak.”

Dalam pidatonya pada Rakernas PSI di Makassar, Jokowi menyampaikan kesiapannya turun langsung jika dibutuhkan.

“Kalau diperlukan saya harus datang, saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota, kalau perlu sampai ke kecamatan, saya masih sanggup,” tegasnya.

Ia juga menegaskan militansi kader harus dibalas dengan komitmen serupa dari dirinya.

“Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja keras, bekerja mati-matian untuk PSI. Saudara-saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI,” ucap Jokowi dengan suara lantang.***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *