banner 728x250

Ribuan Koi Sultan Ubah Situ Cipaten Jadi Wisata Paling Mewah di Majalengka

Ribuan Koi premium berenang di air jernih Situ Cipanten, menjadikan danau alami ini ikon wisata mewah di Majalengka. (dok. merdeka)
Ribuan Koi premium berenang di air jernih Situ Cipanten, menjadikan danau alami ini ikon wisata mewah di Majalengka. (dok. merdeka)
banner 468x60

Majalengka, aksiana.com – Situ Cipanten di Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, kini menjadi pusat perhatian nasional setelah ribuan ikan Koi premium yang nilainya mencapai miliaran rupiah terbukti mampu hidup 100 persen sejak ditebar pada 11 Januari 2026. Kepala Desa Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali, memastikan tidak ada satu pun ikan yang mati.

“Alhamdulillah, semua sehat. Pengunjung sangat menikmati momen bersentuhan langsung dengan ikan-ikan kelas premium tersebut. Ini benar-benar berkah bagi desa kami,” ujarnya.

Fenomena ini menjadikan Situ Cipanten sebagai magnet wisata baru. Bupati Majalengka, Eman Suherman, bahkan menargetkan peningkatan jumlah wisatawan hingga 300 persen tahun ini. Kunjungan wisata di awal Februari tercatat melonjak dua kali lipat, mendorong bangkitnya ekonomi pedagang dan UMKM di sekitar kawasan. Desa Gunungkuning pun mulai diproyeksikan menjadi pusat budidaya Koi premium di Indonesia, memungkinkan wisatawan membeli bibit atau ikan berkualitas sebagai cinderamata.

Keberhasilan ini tak lepas dari kondisi alam Situ Cipanten yang luar biasa. Sang maestro Koi asal Bandung, Hartono Soekwanto yang menghibahkan 2.165 ikan Koi kelas kontes mengungkap alasan berani melepas ikan bernilai fantastis tersebut di alam terbuka.

“Situ Cipanten didukung 7 mata air alami yang sangat jernih dan minim bakteri jahat. Ini adalah rumah paling nyaman yang pernah ada,” jelasnya.

Berada di kaki Gunung Ciremai, air danau memiliki suhu stabil, kaya oksigen alami, serta kualitas yang mendukung kehidupan ikan impor berkelas tinggi. Mineral dari mata air pegunungan bahkan diyakini memperkuat kecerahan pigmen warna Koi yang kini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Meski ramai dikunjungi, pengelola menerapkan aturan ketat. Wisatawan wajib menjaga kebersihan, tidak boleh memberi makan sembarangan, dan harus memperlakukan ikan layaknya hewan peliharaan pribadi. Situ Cipanten kini dikenal sebagai “Akuarium Raksasa Sultan”, sebuah wisata alam yang menyuguhkan kejernihan air dan kemewahan warna-warni Koi Jepang di habitat alami.

Dengan pertumbuhan wisata yang pesat, pemerintah desa bersama masyarakat terus mendorong pengembangan ekowisata berbasis konservasi serta rencana besar menjadikan Gunungkuning sebagai pusat budidaya Koi kelas premium.

“Ke depan kami ingin Desa Gunungkuning menjadi pusat budidaya ikan Koi untuk mendongkrak ekonomi masyarakat,” kata Rudi.***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *