banner 728x250

LPTQ Cirebon Siapkan Sistem Pembinaan Al-Qur’an Terintegrasi

banner 468x60

CIREBON, AKSIANA.COM – Pemerintah Kota Cirebon menaruh perhatian serius terhadap keberlanjutan regenerasi ahli Al-Qur’an agar tidak terputus di tengah arus perkembangan zaman. Tidak lagi mengandalkan pola pembinaan insidental yang hanya menguat menjelang perlombaan, Pemkot mendorong transformasi sistem pembinaan berbasis pendataan potensi bibit unggul yang terintegrasi di setiap kecamatan.

Langkah strategis tersebut dibahas dalam Rapat Kerja (Raker) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Cirebon sekaligus Pembinaan Hasil Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kota Cirebon Tahun 2025 yang digelar di Masjid At-Taqwa, Rabu (24/12/2025).
Raker ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pola pembinaan yang selama ini berjalan, sekaligus forum untuk merumuskan sistem pembelajaran Al-Qur’an yang lebih tertata, berjenjang, dan berkelanjutan dari tingkat kelurahan hingga kota.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menegaskan bahwa LPTQ tidak boleh terjebak pada rutinitas administratif semata. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah membangun sistem pendataan yang akurat agar pembinaan qari-qariah serta hafidz-hafidzah dapat dilakukan sepanjang tahun secara terukur.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola insidental. Diperlukan sistem pendataan yang akurat dan terintegrasi mengenai potensi bibit unggul di setiap kecamatan. Dengan data yang valid, pembinaan dapat dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya menjelang perlombaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, investasi dalam pembinaan Al-Qur’an merupakan investasi jangka panjang untuk membangun karakter masyarakat. LPTQ diharapkan hadir sebagai institusi yang mampu mengatur harmoni pembinaan Al-Qur’an secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menekankan bahwa peserta pembinaan hasil MTQ bukan sekadar pencetak prestasi lomba, melainkan duta religiusitas Kota Cirebon. Oleh karena itu, penguatan mental dan karakter harus berjalan seiring dengan pengasahan kemampuan teknis.

“Prestasi di atas panggung memang penting, tetapi yang jauh lebih substansial adalah membentuk pribadi yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin melahirkan juara yang sekaligus menjadi teladan akhlak bagi generasi muda,” ujarnya.

Selain fokus pada prestasi, Pemkot Cirebon juga mendorong LPTQ memperluas jangkauan pembinaan hingga ke tingkat akar rumput, khususnya dalam upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an. Kolaborasi lintas sektor dengan penyuluh agama, guru mengaji, dan pengurus masjid dinilai penting untuk memastikan akses pembelajaran Al-Qur’an dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum LPTQ Kota Cirebon, Sutikno, menyebut Raker ini sebagai titik balik dalam merancang program pembinaan yang lebih aplikatif dan berdampak luas. Ia menegaskan komitmen LPTQ untuk meningkatkan kualitas peserta MTQ melalui pelatihan yang lebih intensif dan sistematis.

“Raker ini menjadi tonggak penting dalam menyusun arah pembinaan qari-qariah dan hafidz-hafidzah ke depan. Kami menargetkan peningkatan kualitas melalui pelatihan intensif dan program berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Sutikno.

Melalui pertemuan tersebut, LPTQ berharap lahir strategi konkret yang mampu menjawab tantangan zaman, sehingga Kota Cirebon tetap dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ahli Al-Qur’an yang unggul secara kompetitif sekaligus kokoh secara moral dan spiritual. ***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *